saya ngebaca artikel bipolar dan itu sama seperti yg saya rasain. Saya suka senang berlebihan dan jika sedih saya sangat berlebihan sampai bisa menangis padahal sedih gajelas gitu sampe nyakitin diri sendiri . Ngebenturin kepala saya ketembok sangking saya gasanggup . Disekolahpun tidak dpt menerima pelajaran karna sering memikirkan hal yg tidak penting untuk ditakuti. Dalam hal sepele pun saya m…
Dijawab oleh: dr. Mira Iskandar
"Halo Siva,\n\nApa yang Anda alami ini masih belum terlambat untuk ditangani. Jangan putus asa, jika Anda sudah memberanikan diri untuk menulis konsultasi ini berarti Anda memiliki motivasi untuk sembuh.\n\nGangguan bipolar merupakan gangguan mental yang ditandai dengan episode mania dan depresi yang berganti-ganti. Penderita dapat merasa sangat enerjik dan senang suatu saat, di saat yang lain merasa sangat tertekan dan ingin bunuh diri.\n\nUntuk menegakkan diagnosis bipolar, psikiater akan menggali riwayat gejala dari penderita dan orang-orang terdekatnya, seperti keluarga. Adanya riwayat keluarga dengan gangguan serupa memudahkan seseorang menderita bipolar. Penggunaan obat-obat terlarang dan minuman keras serta faktor stres berat juga berperan terhadap terjadinya bipolar.\n\nPengobatan bipolar memerlukan kesabaran dan dukungan dari orang-orang sekitar. Penanganan gangguan bipolar terutama ditujukan untuk mengurangi frekuensi depresi dan mania, diantaranya:\n\n\t- terapi konseling\n\