Pagi dok, saya perempuan usia 30 tahun sering mengalami sembelit terutama saat sedang diet rendah karbohidrat. BAB bisa sampai 3-4 hari sekali dan terasa keras. Apakah diet bisa memicu sembelit? Bagaimana cara mengatasinya tanpa harus menghentikan diet?
Dijawab oleh: dr. Robby Firmansyah Murzen
"\n\nSelamat pagi, terima kasih atas pertanyaannya. Saya paham, sembelit yang sering muncul saat menjalani diet rendah karbohidrat pasti cukup mengganggu dan membuat tidak nyaman, apalagi jika frekuensi BAB menjadi jarang dan tinja terasa keras.\nMemang benar, perubahan pola makan, termasuk diet rendah karbohidrat, bisa memicu sembelit. Hal ini biasanya terjadi karena asupan serat dari sumber karbohidrat seperti nasi, roti, atau buah-buahan tertentu ikut berkurang saat menjalani diet tersebut. Serat sangat penting untuk membantu pergerakan usus dan melunakkan tinja. Selain itu, diet tinggi protein dan lemak tanpa diimbangi serat juga bisa memperlambat proses pencernaan.\nAgar sembelit bisa diatasi tanpa harus menghentikan diet, Anda bisa mencoba beberapa tips berikut:\n\n• \nPerbanyak asupan serat dari sumber non-karbohidrat, seperti sayur hijau, brokoli, kembang kol, wortel, alpukat, chia seed, dan kacang-kacangan.\n• \nCukupi kebutuhan cairan, setidaknya 2 liter air putih per hari, a